Ohhh… God… I’m so stupid.
Gini ceritanya..
Dulu, ketika aku baru saja duduk di bangku kelas VI SD tahun 1999, aku mengalami kejadian hal yang menjelaskan bahwa aku ini bodoh nan lemot binti oon.
Pengalaman ini berawal dari tugas Bahasa Indonesia yang diberikan oleh guru Bahasa Indonesia yang baik hati nan cantik. Ibu itu memberikan tugas berupa peribahasa dalam Bahasa Indonesia. Kami disuruh mengartikan lima buah peribahasa yang diberikan oleh ibu itu sebagai PR*PR = Pekerjaan Rumah bukan Page Rank
*
Kelima peribahasa itu adalah:
“Seperti katak dalam tempurung.”
Tapi aku gak ingat lagi urutan soalnya. Tapi yang pasti ini lah daftar pertanyaan yang beliau berikan.
Sesampainya di rumah, aku bertanya kepada Ibu ku tentang arti peribahasa itu. Dan rupanya Ibu ku dah lupa. Maklumlah Ibu dan Bapak ku hanya mengecap pendidikan sampai tingkat SR *SR=Sekolah Rakyat karena dulu SD belum ada*
Mau nanya ke Bapak, bapak belum pulang dari kerjanya. Akhirnya tugas itu kukerjakan sendiri karena aku paling malas menunggu mengerjakan PR. Soalnya PR gak selesai, gak dikasih main-main.
Dengan pemikiran sendiri *yang sebenarnya masih lugu banget* aku jawab peribahasa itu satu persatu.
Yang aku ingat ketika aku membaca peribahasa yang satu ini adalah waktu aku sama teman ngelihat air hujan di atas daun talas di daerah persawahan. Dan daun tersebut tidak basah. Dan aku pun dengan pasti menjawab arti dari peribahasa itu dengan kalimat:
Daun talas tidak basah oleh air.
Masuk ke pertanyaan ke-dua.
“Seperti katak dalam tempurung.”
Yang aku ingat ketika aku membaca peribahasa yang satu ini adalah ketika aku bermain ngelihat ikan cupang/ikan laga di rumah teman. Berhubung karena ikan cupangnya diletakin di belakang rumah dan waktu itu hujan baru reda. Sehabis ngeliat ikan cupang teman ku itu, aku ngebantu dia memungut batu-batu yang berserakan di halaman belakang rumah mereka. Dan waktu itu aku membuka sebuah tempurung kelapa dalam keadaan terbalik. Ketika tempurungnya aku pungut, terdapat sebuah katak hitam hampir dewasa yang lagi tertidur. Trus aku tanya ke teman ku, kok bisa ada katak yang sembunyi dibawah tempurung, karena gak mungkin katak tersebut masuk ke tempurung dengan sendirinya untuk berlindung dari hujan. Dan teman ku menjawab kalo dia yang melakukan itu terhadap sang katak, karena beliau suka banget menyiksa katak.
Karena itu aku menjawab peribahasa ke 2 dengan kalimat:
Katak berteduh dengan aman ketika hujan.
Lanjut ke peribahasa ke-tiga.
Mendengar peribahasa ini terbersit langsung suatu peristiwa di benak ku. Jadi langsung kujawab peribahasa ke tiga ini dengan kalimat:
Orang lagi megap-megap tenggelam karena sok tau berenang.
Lanjut ke pertanyaan ke-empat.
Membaca peribahasa ini, pastilah jawabannya adalah sungai yang dangkal dan sungai yang dalam airnya. Tapi aku selalu teringat daerah persawahan dan tiba-tiba teringat sesuatu. Langsung aja kutuliskan jawabanku di buku tugas Bahasa Indonesia dengan kalimat:
Air di dalam sawah tenang tapi tidak dalam.
Begitu membaca peribahasa ini aku langsung teringat tiang TV yang ada di belakang rumah. Dan pasak *pasak=penyangga*. Jadi langsung tak jawab:
Pasak memang harus lebih besar dari pada tiang agar tiang tersebut tidak jatuh dan tidak miring.
Nah, setelah itu aku langsung main.
Esoknya di sekolah….
Bu guru Bahasa Indonesia yang cantik itu menyuruh kami mengantarkan tugas Bahasa Indonesia ke mejanya. Sebelum aku mengantarkan tugas ku *karena takut banget soalnya jawabannya ngawur semua* aku lihat jawaban teman satu mejaku.
Aku : “Kok jawabanmu lain dengan punya ku?”
Teman : “Punya mu kayak gimana rupanya?”
Aku : “Ini” *sambil menyodorkan buku tugas Bahasa Indonesia ku*
Teman : “Wahhh.. ini salah… Ini punya ku yang benar.” *kebetulan punya dia udah selesai diperiksa dan dapat nilai 100*
Aku : “Lho, kamu dapat dari mana jawabannya?”
Teman : “Aku punya buku kumpulan peribahasa dan di buku itu banyak peribahasa beserta artinya”
Aku : *gondok dengan diri sendiri* “boleh aku contek punya mu?”
Teman : “Kayaknya gak sempat lagi. Lihat udah mau habis buku tugas yang diperiksa ibu itu”
Lalu aku datang ke meja ibu itu dengan rasa takut. Rasa takut ditertawai teman. Di meja Ibu itu sesak dengan teman-temanku yang berebutan minta duluan di periksa. Dengan sisa kekuatan yang ada, kukumpulkan sisa-sisa semangat ku yang tercecer entah kemana *hiperbola banget*
Kuserobot kumpulan teman-teman ku dan akhirnya aku berada di samping kanan ibu guru yang cantik itu. Dengan susah payah kusodorkan buku tugas ku ke atas tangan ibu itu, karena ibu itu menerima dengan dua belah tangan terbuka dan tangan beliau diletakkan diatas meja. Dengan secepat kilat kuletakkan buku tugas tersebut dan dengan perasaaan gak menentu kulihat ibu itu mencoret-coret buku ku dengan tinta merah.
Hopla! Buku itu dikembalikan ke tangan ku dan hasilnya 100! Hehehehe… kok bisa??? Ya bisa dong, wong ibu itu gak ngeliat jawaban ku. Soalnya dari tadi gak ada seorangpun yang bernilai dibawah 100 jadi ibu itu percaya klo kami bisa semua *cuma aku yang enggak*
Dengan senyum lebar aku pulang ke tempat duduk ku yang ada di belakang. Teman sebangku nanya aku.
Teman : “Dapat nilai berapa?”
Aku : “Cepek”*cepek = 100*
Teman : “Kok bisa? Wah curang kali kau Gan”
Aku : “Mana urus? Wong ibu itu yang buat?”
Hikmah yang kudapatkan dari pengalaman ini ternyata aku betul-betul o’on. Aku lah si o’on yang bernasib mujur itu. wkwkwkwkwkwkwk…………….















Pertamax…
beruntunglah dirimyu jika bu guru tidak membaca posting ini…
Ah jgn kecil hati, aku juga kadang merasa bego juga kok, hehehe
hahaha.. ngawur tapi kreatif juga oi
heheheheh…, sampe kebelet pipis saya baca nya mas…, brb pipis dulu massss….
@my:
bu guru nya gaptek kok. g pernah pegang komputer.. jadi sampe saat ini aku masih aman2 aja..
@raffael:
aku gak terkadang bro, tapi tiap hari. hehehehe…
@elmo:
tapi oon…
@juned:
kok bisa jadi kebelet pipis?
hahaha kocak abis mass
hahahah…. pemikiran yg polos…
Weh… dirimu emang oon bos…
(just kidding)
@bocahiseng:
sering aku tertawa sendiri klo pengalam ini aku ingat lagi.. wwkwkwkwk…
@andrasiregar:
polos nan bloon. yang penting dapat nilai cepek..
@Putra eka:
udah dari sononya bos…
Wah bu gurunya ga teliti…u r so lucky then
Sepertinya, si Ganda ini punya hubungan “khusus” dgn gurunya…hmmm
wah masih kelas enem sd dah bisa jawab kayak gitu… hebat euy! sekarang pasti tambah jago… coba jawab peribahasa ini:
– ada katak seperti tempurung-
– minum air sambil menyelam-
– air tak dalam tanda beriak-
– besar tiang daripada pasak-
kalo bisa tak kasih cepek
sukur lah kalo dirimu nyadar….hehehehe
kabuuuuurrr……
@1nd1r4:
berarti yang oon gurunya ato aku?? *senyum mesem-mesem*
hahahaha….. *buat bu guru, ampunkan hamba*
@Manik:
kok tau?? Hehehehehe….. hubungan khusus aku dengan ibu guru ada Guru dan Murid. “Khusus” banget kan??
@mascayo:
apanya yang hebat mas? Sampe sekarang juga masih oon. Hmmm, saya cobta jawab dulu ya…
- ada katak seperti tempurung->patung katak
- minum air sambil menyelam->orang oon, nyelam di gelas.
- air tak dalam tanda beriak- yang gak bercelana dalam dia yang teriak *awas berpikiran mesum*
- besar tiang daripada pasak-Yang masang oon, pasti tiangnya roboh…
Aku oon banget kan?? Wkwkwkwkwk….
*cengengesan daku hihi*
gyahahahaa…polos banged dikau gands..:)
*cengengesan daku hihi*
gyahahahha…polos banged dikau gands:)
@win3nd:
wah… padahal ada yang mengira aku ini pencopet loo.. *boong mode on*
hahahaha….
[...] merupakan salah satu karakter ninja/shinobi dalam anime ataupun manga naruto yang memiliki muka oon kayak [...]
Wkwkwkwkwkwk… Paten kali bah pengalamanmu itu lae… Sekarang kau tumbuh jadi orang yang cerdas. Aku yakin kawan sebangkumu itu sekarang nggak nyangka bahwa ganda yang dikenalnya dulu sudah hebat
@adieska:
ah… ale ini bisa aja.. aku tetap lah ganda yang dulu. *sambil menyanyikan aku masih seperti yang dulu….*
Побольше бы таких тем!